Minggu, 19 Mei 2013

Ini Langkah NASA untuk Tangkal Asteroid


Ancaman asteroid dari luar angkasa merupakan salah satu perhatian pokok Badan antariksa Amerika Serikat (NASA).

Meski beberapa waktu lalu badan ini menyatakan cara terakhir menghentikan asteroid cukup dengan berdoa, NASA tetap mengupayakan skema pengembangan teknologi yang mampu menangkal batu ruang angkasa itu "mendarat" ke Bumi.

Dilansir click2houston, 20 Mei 2013, Local 2 melaporkan teknologi masa depan apa yang dibicarakan NASA untuk tujuan itu.

"Saya tidak ingin membangun ini sebagai misi penyelamatan planet," kata Charlie Bolden, Administrator NASA dalam keterangannya.

Namun, ia berharap NASA bisa mendapatkan teknologi yang pada akhirnya bisa menjauhkan asteroid dari Bumi. "Jika perlu, kami akan membuat pesawat ruang angkasa bermanuver, untuk tetap mendorong asteroid ke titik orbit yang kita inginkan," tambah Bolden.

Dalam video konsep yang dipresentasikan, NASA memiliki skema mengembangkan sebuah modul raksasa yang akan menangkap dan mendorong asteroid agar keluar dari orbit Bumi.

Untuk mewujudkan teknologi itu, NASA mengambil sebagian dari anggaran yang diajukan sebesar US$17 miliar, setara Rp 165,75 triliun. Sementara itu, di Johnson Space Center NASA, saat ini sedang dikerjakan sebuah kapsul kru baru.

Sebagaimana diketahui, saat ini, Amerika Serikat bergantung pada Rusia untuk mengirimkan astronot dari dan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pihak NASA menandatangani cek US$450 juta, atau Rp4,3 triliun, kepada Rusia untuk memperpanjang kontrak satu tahun. (umi)

Iran Gantung Agen Mata-mata AS dan Israel


Pemerintah Iran menghukum gantung dua mata-mata Amerika Serikat dan Israel pada Minggu sore, 19 Mei 2013. Keduanya diyakini bekerja untuk agen intelijen CIA dan Mossad.

Diberitakan Press TV, kedua mata-mata itu divonis mati oleh Pengadilan Revolusi Teheran. Tidak disebutkan kapan keduanya ditangkap dan diadili.

Mata-mata Mossad diketahui bernama Mohammad Heidari. Dia dinyatakan bersalah telah mengumpulkan informasi rahasia dari Iran, dan memberikannya pada Israel dalam sejumlah pertemuan di negara tersebut.

Heidari disebut menerima sejumlah uang atas jasa spionasenya. Sementara itu, agen mata-mata AS bernama Kourosh Ahmadi. Sama dengan Heidari, Ahmadi divonis bersalah karena mengumpulkan informasi rahasia Iran.

Iran sebelumnya mengatakan telah berhasil mendeteksi dan melucuti jaringan mata-mata yang beroperasi di negeri mereka. Iran juga menuduh mata-mata zionis dan Barat ini telah membunuh para ilmuwan nuklir di negara tersebut.

Amerika Serikat membantah tuduhan itu. Sementara Israel memilih tidak berkomentar.

Sengatan Listrik pada Otak Tingkatkan Kemampuan Matematik


Bagi sebagian besar orang, pelajaran matematika dianggap sebagai momok. Memberikan solusi atas problem itu, peneliti Universitas Oxford punya ide gila. Siswa diberikan kejutan listrik pada otak mereka selama belajar matematika.

Percaya tidak percaya, cara ini diklaim ampuh merangsang kemampuan matematika siswa meningkat hingga sepertiga. Siswa jadi lebih cepat berhitung, lima kali lebih cepat.

Dilansir Dailymail, 17 Mei 2013, peneliti telah menerapkan cara ini pada 51 siswa. Setengah dari mereka dialiri cahaya listrik yang melewati otak ketika belajar matematika. Kemudian siswa diminta mengingat angka maupun menjumlah.

Setelah lima sesi selama 45 menit, 25 peserta diberikan stimulasi otak selama 20 menit. Hasilnya, siswa dengan stimulasi listrik itu jauh lebih baik dibanding siswa tanpa aliran listrik.

Bahkan, dalam uji coba enam bulan kemudian, siswa dengan listrik itu punya kemampuan menghitung lebih cepat 30 persen.

"Studi ini menunjukkan cara yang aman dan murah agar kita dapat memasyarakatkan matematika dengan intervensi terbatas," kata Dr Cohen Kadosh Roi, peneliti utama Departemen Psikologi Eksperimental Universitas Oxford.

Siap Didebat

Kadosh Roi juga menegaskan bahwa cara ini aman, tidak menimbulkan rasa sakit dan tak menyerang otak siswa.

Sayangnya, dia tidak menjelaskan bagaimana rangsangan listrik bekerja. Namun, pemindaian otak siswa menunjukkan listrik meningkatkan pasokan oksigen dan nutrisi pada otak.

Soal cara terapi yang dianggap menyalahi etika, Kadosh mengatakan, bahwa tujuan terapi ini hanyalah semata-mata untuk membantu kemampuan matematika orang yang terbatas.

Diperkirakan satu dari lima orang berjuang dengan kemampuan aritmatika dasar. Sementara satu dari 15 orang merupakan penderita dyscalculia, atau susah menghitung.

"Teknik ini juga bisa digunakan oleh orang-orang normal atau di atas normal untuk meningkatkan kemampuan mereka," ujarnya.

"Terapi ini terbuka untuk diperdebatkan, apakah ini akan menipu atau tidak. Jika cara ini efektif untuk semua orang, maka kami akan tunjukkan bahwa ini tak menipu," kata Kadosh.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Current Biology. (eh)

5 Negara Terhijau dan Ramah Lingkungan di Dunia


Para ahli dari organisasi Pusat Hukum & Kebijakan Lingkungan Hidup, Yale University mengumumkan lima negara yang paling ramah lingkungan di dunia. Swiss menduduki posisi pertama dalam daftar, kedua Latvia, dan posisi ketiga ditempati Norwegia.
Swiss telah lama dikenal sebagai negara dengan lingkungan yang paling stabil dan indah di dunia. Hal ini memberikan kontribusi tidak hanya untuk iklim yang indah dan pegunungan, tetapi juga kenyataan bahwa penduduk setempat mencoba untuk melakukan segala kemungkinan untuk mempertahankan status lingkungan yang baik di negara mereka. Di tempat kedua dalam daftar adalah Latvia.  Di negeri ini, pemerintah dan masyarakatnya melakukan yang terbaik untuk menjaga dan memelihara berbagai ekosistem di negeri ini.
Di tempat ketiga dalam daftar Norwegia, yang memiliki catatan kemurnian air minum dan udara yang baik, serta beremisi karbon rendah. Masyarakat Norwegia menggunakan sumber energi alternatif secara massal dan berbagai eko-desain.  Para ahli menunjukkan bahwa di negara ini Skandinavia 98% dari seluruh listrik yang dihasilkan dari PLTA ramah lingkungan.
Di tempat keempat adalah sebuah negara kecil yang indah yang disebut Luksemburg, dan kelima di antara negara-negara terbersih di dunia ternyata, yaitu Kosta Rika.

Serangan Rudal Anti-Tank

Militer Israel mengatakan bahwa militan menembakkan sebuah rudal anti-tank pada sebuah tank Israel yang dikerahkan sepanjang perbatasan Jalur Gaza Rabu pagi (1/8) waktu setempat.

Belum ada laporan mengenai korban di kedua belah sisi dalam serangan yang terjadi di dekat Kissufim Crossing di pusat kota Gaza.

Radio Angkatan Darat melaporkan bahwa sistem perlindungan aktif yang dipasang pada tangki mencegah rudal masuk dan meledak di udara meskipun militer sedang memeriksa kemungkinan bahwa proyektil meledak sebelum waktunya.

Selasa malam (31/7), warga Palestina di Gaza menembakkan dua tembakan dari mortir ke Israel. Belum ada laporan korban cedera atau kerusakan.

Dalam insiden terpisah sebelumnya pasukan Israel terperangkap dalam baku tembak antara pasukan keamanan Mesir dan penyelundup obat sepanjang perbatasan Mesir pada pagi harinya.

Insiden itu berawal ketika tentara Mesir melihat para penyelundup infiltrasi Israel dan melepaskan tembakan ke arah mereka, dengan beberapa serangat jarak dekat memukul mundur pasukan Israel yang beroperasi di daerah tersebut.

Pasukan membalas tembakan setelah berpikir bahwa mereka sedang diserang, menurut Radio Angkatan Darat.

Seorang juru bicara militer mengeluarkan pernyataan dalam versi yang berbeda, dia mengatakan pasukan sedang melakukan perjalanan di sepanjang perbatasan di dalam bis dan mengidentifikasi tiga orang infiltrasi Israel.

"Para prajurit turun dari bus dan menangkap penduduk penyusup. Kemudian prajurit mendengar suara tembakan di sekitar mereka dan menjawab dengan api," kata juru bicara itu.

Militer mengatakan mereka telah membuka penyelidikan atas insiden ini.

Lampu Ini Diklaim Bisa Bertahan 15 Tahun


Royal Philips Electronics memperkenalkan lampu dengan teknologi Light Emitting Diode (LED), Sabtu 18 Mei 2013. Lampu dengan teknologi tersebut diklaim bisa menghemat energi hingga 85 persen dibanding Lampu Hemat Energi (LHE).

Menurut Head of Marketing Lighting PT Philips Indonesia, Ryan Tirta Yudhistira, dengan teknologi LED watt lampu yang digunakan akan lebih kecil dibanding LHE dengan tingkat terang yang sama. “LED ini lebih hemat energi daripada LHI. Pemakaian watt-nya lebih kecil. Jadi lampu LED 5 watt akan setara dengan lampu LHE 12 watt. Sementara semakin besar watt, energi yang dibutuhkan makin besar juga,” ujar Ryan di Palembang, Sumatera Selatan.

Ryan mengatakan, selain hemat energi, lampu Philips LED memiliki ketahanan yang cukup lama, bisa bertahan sampai 15 ribu jam atau setara dengan 15 tahun dengan pemakaian rata-rata delapan jam per hari. “Ini karena kami sering mendapat masukan dari konsumen. Mereka ingin sekali pasang, lampu bisa tahan lama hingga 15 tahun. Jangan sampai baru beberapa bulan langsung ganti,” ucap Ryan.

Keunggulan lain dari lampu Philips LED ini adalah tidak mengandung gas merkuri yang berbahaya. Ini berbeda dengan lampu LHE yang akan mengeluarkan gas mercuri ketika pecah sehingga bisa menyebabkan kerusakan lapisan ozon.

“Sinar lampu LED juga lebih nyaman di mata dan tidak merusak mata,” ujar Ryan. Lampu Philips LED untuk rumah tangga terdiri dari 4 macam ukuran watt, mulai dari yang paling kecil 5 watt, 8 watt, 10 watt, dan 15 watt. Harga lampu ini di pasaran berkisar Rp60-70 ribu.

Air Kuno 1,5 Miliar Tahun Ini Bisa Ungkap Kehidupan Mars


Peneliti kembali menemukan bukti alam yang membantu memahami bagaimana kehidupan di planet lain. Temuan itu berupa air yang terperangkap dalam batuan di perut bumi selama lebih dari satu miliar tahun.

Dilansir Npr, 17 Mei 2013, peneliti menduga, air itu mengandung mikroba yang berevolusi secara mandiri dari permukaan bumi. Sampel yang ditemukan berasal dari lubang dalam perut bumi hasil pengeboran penambang emas di dekat kota kecil Timmins, Ontario, Kanada, sekitar 350 km sebelah utara Toronto.

Sebelumnya kelompok peneliti telah menyelidiki berbagai sampel air dari beberapa pertambangan. Nah, baru-baru ini, peneliti meminta cairan air hasil pengeboran penambang di kota kecil itu.

Greg Holland, seorang ahli geokimia di Lancaster University, Inggris, bersama rekannya ingin mendalami berapa lama usia cairan yang terperangkap itu.

Setelah melihat pembusukan atom radioaktif yang ditemukan pada air itu, peneliti menghitung usia air, setidaknya 1,5 miliar tahun. "Ini adalah batas bawah usia," kata Holland.

Air tersebut diduga telah terperangkap dalam batuan sebelum manusia berevolusi, pterosaurs (reptil terbang yang hidup 220-65 juta tahun lalu), dan kehidupan mahluk banyak sel.

Holland menambahkan tempat air itu merupakan titik persembunyian air tertua yang pernah ditemukan.

Akibat lempeng tektonik

Lantas, darimana datangnya air bisa sampai ke tempat persembunyian di bawah penambangan emas?

"Cairan yang kita lihat saat ini sebenarnya pelestarian dari laut kuno," jelas Holland.

Disebutkan sekitar 2,7 miliar tahun yang lalu, kota Timmins tampak berbeda. Pada masa laut prasejarah, lempeng tektonik menyebar dan magma mengalir membentuk batuan baru. Karena batuan matang dalam panas dan tekanan, air terperangkap di dalam celah kecil.

"Itu mengakibatkan air tetap terisolasi selama hampir setengah usia Bumi. Ada banyak hidrogen dalam sampel ini," ungkapnya.

Posisi hidrogen menjadi kunci kehidupan, sebagai makanan beberapa mikroorganisme. Di laut dan tambang Afrika Selatan, telah ditemukan mikroba yang makan hidrogen. "Dan hidrogen bisa menyediakan energi bagi kehidupan agar bertahan dalam isolasi selama 2 miliar tahun," tambah Holland.

Kolega Holland kini sedang menguji sampel air untuk membuktikan adanya mikroba. Jika ditemukan, akan memperjelas evolusi air dari permukaan serta memberikan wawasan unik dalam bentuk kehidupan awal di Bumi.

Sama dengan Ciri Kehidupan Mars

Temuan itu juga merangkai kemungkinan ciri kehidupan yang sama pada Bumi dan Mars.

"Jika anda kembali ke sejarah terawal Bumi dan Mars, sekitar satu miliar tahun pertama setelah permukaan Bumi didinginkan, Bumi dan Mars tampak sangat mirip," jelas Carol Stoker, ilmuwan NASA yang fokus pada pencarian kehidupan Mars.

Kedua planet itu memiliki permukaan laut yang luas dan atmosfer tebal, yang bagus untuk kehidupan. "Logikanya, jika itu terjadi di Bumi, mengapa itu tak terjadi di Mars?" ujarnya.

Meski lingkungan permukaan Mars lebih dingin dan kering, tapi mikroba Mars diduga masih tetap hidup di dalam kerak Mars.

Seperti halnya air tersebut, mikroba diduga hidup terisolasi. (umi)
Peneliti kembali menemukan bukti alam yang membantu memahami bagaimana kehidupan di planet lain. Temuan itu berupa air yang terperangkap dalam batuan di perut bumi selama lebih dari satu miliar tahun.

Dilansir Npr, 17 Mei 2013, peneliti menduga, air itu mengandung mikroba yang berevolusi secara mandiri dari permukaan bumi. Sampel yang ditemukan berasal dari lubang dalam perut bumi hasil pengeboran penambang emas di dekat kota kecil Timmins, Ontario, Kanada, sekitar 350 km sebelah utara Toronto.

Sebelumnya kelompok peneliti telah menyelidiki berbagai sampel air dari beberapa pertambangan. Nah, baru-baru ini, peneliti meminta cairan air hasil pengeboran penambang di kota kecil itu.

Greg Holland, seorang ahli geokimia di Lancaster University, Inggris, bersama rekannya ingin mendalami berapa lama usia cairan yang terperangkap itu.

Setelah melihat pembusukan atom radioaktif yang ditemukan pada air itu, peneliti menghitung usia air, setidaknya 1,5 miliar tahun. "Ini adalah batas bawah usia," kata Holland.

Air tersebut diduga telah terperangkap dalam batuan sebelum manusia berevolusi, pterosaurs (reptil terbang yang hidup 220-65 juta tahun lalu), dan kehidupan mahluk banyak sel.

Holland menambahkan tempat air itu merupakan titik persembunyian air tertua yang pernah ditemukan.

Akibat lempeng tektonik

Lantas, darimana datangnya air bisa sampai ke tempat persembunyian di bawah penambangan emas?

"Cairan yang kita lihat saat ini sebenarnya pelestarian dari laut kuno," jelas Holland.

Disebutkan sekitar 2,7 miliar tahun yang lalu, kota Timmins tampak berbeda. Pada masa laut prasejarah, lempeng tektonik menyebar dan magma mengalir membentuk batuan baru. Karena batuan matang dalam panas dan tekanan, air terperangkap di dalam celah kecil.

"Itu mengakibatkan air tetap terisolasi selama hampir setengah usia Bumi. Ada banyak hidrogen dalam sampel ini," ungkapnya.

Posisi hidrogen menjadi kunci kehidupan, sebagai makanan beberapa mikroorganisme. Di laut dan tambang Afrika Selatan, telah ditemukan mikroba yang makan hidrogen. "Dan hidrogen bisa menyediakan energi bagi kehidupan agar bertahan dalam isolasi selama 2 miliar tahun," tambah Holland.

Kolega Holland kini sedang menguji sampel air untuk membuktikan adanya mikroba. Jika ditemukan, akan memperjelas evolusi air dari permukaan serta memberikan wawasan unik dalam bentuk kehidupan awal di Bumi.

Sama dengan Ciri Kehidupan Mars

Temuan itu juga merangkai kemungkinan ciri kehidupan yang sama pada Bumi dan Mars.

"Jika anda kembali ke sejarah terawal Bumi dan Mars, sekitar satu miliar tahun pertama setelah permukaan Bumi didinginkan, Bumi dan Mars tampak sangat mirip," jelas Carol Stoker, ilmuwan NASA yang fokus pada pencarian kehidupan Mars.

Kedua planet itu memiliki permukaan laut yang luas dan atmosfer tebal, yang bagus untuk kehidupan. "Logikanya, jika itu terjadi di Bumi, mengapa itu tak terjadi di Mars?" ujarnya.

Meski lingkungan permukaan Mars lebih dingin dan kering, tapi mikroba Mars diduga masih tetap hidup di dalam kerak Mars.

Seperti halnya air tersebut, mikroba diduga hidup terisolasi. (umi)
Peneliti kembali menemukan bukti alam yang membantu memahami bagaimana kehidupan di planet lain. Temuan itu berupa air yang terperangkap dalam batuan di perut bumi selama lebih dari satu miliar tahun.

Dilansir Npr, 17 Mei 2013, peneliti menduga, air itu mengandung mikroba yang berevolusi secara mandiri dari permukaan bumi. Sampel yang ditemukan berasal dari lubang dalam perut bumi hasil pengeboran penambang emas di dekat kota kecil Timmins, Ontario, Kanada, sekitar 350 km sebelah utara Toronto.

Sebelumnya kelompok peneliti telah menyelidiki berbagai sampel air dari beberapa pertambangan. Nah, baru-baru ini, peneliti meminta cairan air hasil pengeboran penambang di kota kecil itu.

Greg Holland, seorang ahli geokimia di Lancaster University, Inggris, bersama rekannya ingin mendalami berapa lama usia cairan yang terperangkap itu.

Setelah melihat pembusukan atom radioaktif yang ditemukan pada air itu, peneliti menghitung usia air, setidaknya 1,5 miliar tahun. "Ini adalah batas bawah usia," kata Holland.

Air tersebut diduga telah terperangkap dalam batuan sebelum manusia berevolusi, pterosaurs (reptil terbang yang hidup 220-65 juta tahun lalu), dan kehidupan mahluk banyak sel.

Holland menambahkan tempat air itu merupakan titik persembunyian air tertua yang pernah ditemukan.

Akibat lempeng tektonik

Lantas, darimana datangnya air bisa sampai ke tempat persembunyian di bawah penambangan emas?

"Cairan yang kita lihat saat ini sebenarnya pelestarian dari laut kuno," jelas Holland.

Disebutkan sekitar 2,7 miliar tahun yang lalu, kota Timmins tampak berbeda. Pada masa laut prasejarah, lempeng tektonik menyebar dan magma mengalir membentuk batuan baru. Karena batuan matang dalam panas dan tekanan, air terperangkap di dalam celah kecil.

"Itu mengakibatkan air tetap terisolasi selama hampir setengah usia Bumi. Ada banyak hidrogen dalam sampel ini," ungkapnya.

Posisi hidrogen menjadi kunci kehidupan, sebagai makanan beberapa mikroorganisme. Di laut dan tambang Afrika Selatan, telah ditemukan mikroba yang makan hidrogen. "Dan hidrogen bisa menyediakan energi bagi kehidupan agar bertahan dalam isolasi selama 2 miliar tahun," tambah Holland.

Kolega Holland kini sedang menguji sampel air untuk membuktikan adanya mikroba. Jika ditemukan, akan memperjelas evolusi air dari permukaan serta memberikan wawasan unik dalam bentuk kehidupan awal di Bumi.

Sama dengan Ciri Kehidupan Mars

Temuan itu juga merangkai kemungkinan ciri kehidupan yang sama pada Bumi dan Mars.

"Jika anda kembali ke sejarah terawal Bumi dan Mars, sekitar satu miliar tahun pertama setelah permukaan Bumi didinginkan, Bumi dan Mars tampak sangat mirip," jelas Carol Stoker, ilmuwan NASA yang fokus pada pencarian kehidupan Mars.

Kedua planet itu memiliki permukaan laut yang luas dan atmosfer tebal, yang bagus untuk kehidupan. "Logikanya, jika itu terjadi di Bumi, mengapa itu tak terjadi di Mars?" ujarnya.

Meski lingkungan permukaan Mars lebih dingin dan kering, tapi mikroba Mars diduga masih tetap hidup di dalam kerak Mars.

Seperti halnya air tersebut, mikroba diduga hidup terisolasi. (umi)