Peneliti kembali menemukan bukti alam yang membantu memahami bagaimana
kehidupan di planet lain. Temuan itu berupa air yang terperangkap dalam
batuan di perut bumi selama lebih dari satu miliar tahun.
Dilansir
Npr,
17 Mei 2013, peneliti menduga, air itu mengandung mikroba yang
berevolusi secara mandiri dari permukaan bumi. Sampel yang ditemukan
berasal dari lubang dalam perut bumi hasil pengeboran penambang emas di
dekat kota kecil Timmins, Ontario, Kanada, sekitar 350 km sebelah utara
Toronto.
Sebelumnya kelompok peneliti telah menyelidiki berbagai
sampel air dari beberapa pertambangan. Nah, baru-baru ini, peneliti
meminta cairan air hasil pengeboran penambang di kota kecil itu.
Greg
Holland, seorang ahli geokimia di Lancaster University, Inggris,
bersama rekannya ingin mendalami berapa lama usia cairan yang
terperangkap itu.
Setelah melihat pembusukan atom radioaktif yang
ditemukan pada air itu, peneliti menghitung usia air, setidaknya 1,5
miliar tahun. "Ini adalah batas bawah usia," kata Holland.
Air
tersebut diduga telah terperangkap dalam batuan sebelum manusia
berevolusi, pterosaurs (reptil terbang yang hidup 220-65 juta tahun
lalu), dan kehidupan mahluk banyak sel.
Holland menambahkan tempat air itu merupakan titik persembunyian air tertua yang pernah ditemukan.
Akibat lempeng tektonikLantas, darimana datangnya air bisa sampai ke tempat persembunyian di bawah penambangan emas?
"Cairan yang kita lihat saat ini sebenarnya pelestarian dari laut kuno," jelas Holland.
Disebutkan
sekitar 2,7 miliar tahun yang lalu, kota Timmins tampak berbeda. Pada
masa laut prasejarah, lempeng tektonik menyebar dan magma mengalir
membentuk batuan baru. Karena batuan matang dalam panas dan tekanan, air
terperangkap di dalam celah kecil.
"Itu mengakibatkan air tetap terisolasi selama hampir setengah usia Bumi. Ada banyak hidrogen dalam sampel ini," ungkapnya.
Posisi
hidrogen menjadi kunci kehidupan, sebagai makanan beberapa
mikroorganisme. Di laut dan tambang Afrika Selatan, telah ditemukan
mikroba yang makan hidrogen. "Dan hidrogen bisa menyediakan energi bagi
kehidupan agar bertahan dalam isolasi selama 2 miliar tahun," tambah
Holland.
Kolega Holland kini sedang menguji sampel air untuk
membuktikan adanya mikroba. Jika ditemukan, akan memperjelas evolusi air
dari permukaan serta memberikan wawasan unik dalam bentuk kehidupan
awal di Bumi.
Sama dengan Ciri Kehidupan MarsTemuan itu juga merangkai kemungkinan ciri kehidupan yang sama pada Bumi dan Mars.
"Jika
anda kembali ke sejarah terawal Bumi dan Mars, sekitar satu miliar
tahun pertama setelah permukaan Bumi didinginkan, Bumi dan Mars tampak
sangat mirip," jelas Carol Stoker, ilmuwan NASA yang fokus pada
pencarian kehidupan Mars.
Kedua planet itu memiliki permukaan
laut yang luas dan atmosfer tebal, yang bagus untuk kehidupan.
"Logikanya, jika itu terjadi di Bumi, mengapa itu tak terjadi di Mars?"
ujarnya.
Meski lingkungan permukaan Mars lebih dingin dan kering, tapi mikroba Mars diduga masih tetap hidup di dalam kerak Mars.
Seperti halnya air tersebut, mikroba diduga hidup terisolasi. (umi)
Peneliti kembali menemukan bukti alam yang membantu memahami bagaimana
kehidupan di planet lain. Temuan itu berupa air yang terperangkap dalam
batuan di perut bumi selama lebih dari satu miliar tahun.
Dilansir
Npr,
17 Mei 2013, peneliti menduga, air itu mengandung mikroba yang
berevolusi secara mandiri dari permukaan bumi. Sampel yang ditemukan
berasal dari lubang dalam perut bumi hasil pengeboran penambang emas di
dekat kota kecil Timmins, Ontario, Kanada, sekitar 350 km sebelah utara
Toronto.
Sebelumnya kelompok peneliti telah menyelidiki berbagai
sampel air dari beberapa pertambangan. Nah, baru-baru ini, peneliti
meminta cairan air hasil pengeboran penambang di kota kecil itu.
Greg
Holland, seorang ahli geokimia di Lancaster University, Inggris,
bersama rekannya ingin mendalami berapa lama usia cairan yang
terperangkap itu.
Setelah melihat pembusukan atom radioaktif yang
ditemukan pada air itu, peneliti menghitung usia air, setidaknya 1,5
miliar tahun. "Ini adalah batas bawah usia," kata Holland.
Air
tersebut diduga telah terperangkap dalam batuan sebelum manusia
berevolusi, pterosaurs (reptil terbang yang hidup 220-65 juta tahun
lalu), dan kehidupan mahluk banyak sel.
Holland menambahkan tempat air itu merupakan titik persembunyian air tertua yang pernah ditemukan.
Akibat lempeng tektonikLantas, darimana datangnya air bisa sampai ke tempat persembunyian di bawah penambangan emas?
"Cairan yang kita lihat saat ini sebenarnya pelestarian dari laut kuno," jelas Holland.
Disebutkan
sekitar 2,7 miliar tahun yang lalu, kota Timmins tampak berbeda. Pada
masa laut prasejarah, lempeng tektonik menyebar dan magma mengalir
membentuk batuan baru. Karena batuan matang dalam panas dan tekanan, air
terperangkap di dalam celah kecil.
"Itu mengakibatkan air tetap terisolasi selama hampir setengah usia Bumi. Ada banyak hidrogen dalam sampel ini," ungkapnya.
Posisi
hidrogen menjadi kunci kehidupan, sebagai makanan beberapa
mikroorganisme. Di laut dan tambang Afrika Selatan, telah ditemukan
mikroba yang makan hidrogen. "Dan hidrogen bisa menyediakan energi bagi
kehidupan agar bertahan dalam isolasi selama 2 miliar tahun," tambah
Holland.
Kolega Holland kini sedang menguji sampel air untuk
membuktikan adanya mikroba. Jika ditemukan, akan memperjelas evolusi air
dari permukaan serta memberikan wawasan unik dalam bentuk kehidupan
awal di Bumi.
Sama dengan Ciri Kehidupan MarsTemuan itu juga merangkai kemungkinan ciri kehidupan yang sama pada Bumi dan Mars.
"Jika
anda kembali ke sejarah terawal Bumi dan Mars, sekitar satu miliar
tahun pertama setelah permukaan Bumi didinginkan, Bumi dan Mars tampak
sangat mirip," jelas Carol Stoker, ilmuwan NASA yang fokus pada
pencarian kehidupan Mars.
Kedua planet itu memiliki permukaan
laut yang luas dan atmosfer tebal, yang bagus untuk kehidupan.
"Logikanya, jika itu terjadi di Bumi, mengapa itu tak terjadi di Mars?"
ujarnya.
Meski lingkungan permukaan Mars lebih dingin dan kering, tapi mikroba Mars diduga masih tetap hidup di dalam kerak Mars.
Seperti halnya air tersebut, mikroba diduga hidup terisolasi. (umi)
Peneliti kembali menemukan bukti alam yang membantu memahami bagaimana
kehidupan di planet lain. Temuan itu berupa air yang terperangkap dalam
batuan di perut bumi selama lebih dari satu miliar tahun.
Dilansir
Npr,
17 Mei 2013, peneliti menduga, air itu mengandung mikroba yang
berevolusi secara mandiri dari permukaan bumi. Sampel yang ditemukan
berasal dari lubang dalam perut bumi hasil pengeboran penambang emas di
dekat kota kecil Timmins, Ontario, Kanada, sekitar 350 km sebelah utara
Toronto.
Sebelumnya kelompok peneliti telah menyelidiki berbagai
sampel air dari beberapa pertambangan. Nah, baru-baru ini, peneliti
meminta cairan air hasil pengeboran penambang di kota kecil itu.
Greg
Holland, seorang ahli geokimia di Lancaster University, Inggris,
bersama rekannya ingin mendalami berapa lama usia cairan yang
terperangkap itu.
Setelah melihat pembusukan atom radioaktif yang
ditemukan pada air itu, peneliti menghitung usia air, setidaknya 1,5
miliar tahun. "Ini adalah batas bawah usia," kata Holland.
Air
tersebut diduga telah terperangkap dalam batuan sebelum manusia
berevolusi, pterosaurs (reptil terbang yang hidup 220-65 juta tahun
lalu), dan kehidupan mahluk banyak sel.
Holland menambahkan tempat air itu merupakan titik persembunyian air tertua yang pernah ditemukan.
Akibat lempeng tektonikLantas, darimana datangnya air bisa sampai ke tempat persembunyian di bawah penambangan emas?
"Cairan yang kita lihat saat ini sebenarnya pelestarian dari laut kuno," jelas Holland.
Disebutkan
sekitar 2,7 miliar tahun yang lalu, kota Timmins tampak berbeda. Pada
masa laut prasejarah, lempeng tektonik menyebar dan magma mengalir
membentuk batuan baru. Karena batuan matang dalam panas dan tekanan, air
terperangkap di dalam celah kecil.
"Itu mengakibatkan air tetap terisolasi selama hampir setengah usia Bumi. Ada banyak hidrogen dalam sampel ini," ungkapnya.
Posisi
hidrogen menjadi kunci kehidupan, sebagai makanan beberapa
mikroorganisme. Di laut dan tambang Afrika Selatan, telah ditemukan
mikroba yang makan hidrogen. "Dan hidrogen bisa menyediakan energi bagi
kehidupan agar bertahan dalam isolasi selama 2 miliar tahun," tambah
Holland.
Kolega Holland kini sedang menguji sampel air untuk
membuktikan adanya mikroba. Jika ditemukan, akan memperjelas evolusi air
dari permukaan serta memberikan wawasan unik dalam bentuk kehidupan
awal di Bumi.
Sama dengan Ciri Kehidupan MarsTemuan itu juga merangkai kemungkinan ciri kehidupan yang sama pada Bumi dan Mars.
"Jika
anda kembali ke sejarah terawal Bumi dan Mars, sekitar satu miliar
tahun pertama setelah permukaan Bumi didinginkan, Bumi dan Mars tampak
sangat mirip," jelas Carol Stoker, ilmuwan NASA yang fokus pada
pencarian kehidupan Mars.
Kedua planet itu memiliki permukaan
laut yang luas dan atmosfer tebal, yang bagus untuk kehidupan.
"Logikanya, jika itu terjadi di Bumi, mengapa itu tak terjadi di Mars?"
ujarnya.
Meski lingkungan permukaan Mars lebih dingin dan kering, tapi mikroba Mars diduga masih tetap hidup di dalam kerak Mars.
Seperti halnya air tersebut, mikroba diduga hidup terisolasi. (umi)